SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Situs sunankudus.blogspot.com, yang menyajikan Site Bernuansa Islami berisikan Hikmah Al-qur'an dan Mutiara Hadits, insya Allah dapat memberikan kesejukan hati dan ketentraman jiwa bagi anda yang mengunjungi Site ini. Membawa Anda kepada pemahaman Islam yang benar sesuai apa yang di bawa Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. semoga situs ini menjadi sumbangan dalam perjuangan islam. Pesan saya: Ikutilah Jalan Sirotulmustaqim dengan sungguh-sungguh. karena jalan otulah yag termudah menuju Allah dan syurga-Nya. Kurang dan lebihnya blog ini maafin yaa..saran dan kritik bisa kamu kirim ke santrisunny@yahoo.co.id. sukron katsiron telah mampir ke blog ini.. yang mau kirim tulisan silahkan email ke santrisunny@yahoo.co.id

Rabu, 29 Oktober 2008

Penjelasan Tentang Islam

1. Islam adalah satu-satunya agama yang diturunkan dan disyari`atkan Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā–, serta satu-satunya agama yang diakui dan diterima-Nya. Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– tidak akan menerima agama selainnya, dari siapapun, di manapun dan sampai kapanpun juga.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ


“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Alloh hanyalah Islam.” [QS. Ali `Imran (3): 19]

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ


“Maka apakah mereka menginginkan agama yang lain dari agama di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Alloh-lah mereka dikembalikan.” [QS. Ali `Imran (3): 83]

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ


“Barangsiapa menginginkan (menganut) agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [QS. Ali `Imran (3): 85]

2. Islam adalah satu-satunya agama yang dibawa oleh para rosul, sejak rosul pertama hingga rosul terakhir, nabi dan rosul Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– yang diutus kepada kita, Muhammad –Shallallohu ‘alayhi wa Sallama–.

Islam pun adalah agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi ‘Isa `Alayhimā as-Salām–. Nabi Musa `Alayh as-Salām– bukanlah pembawa agama Yahudi dan Nabi Isa `Alayh as-Salām– bukan pula pembawa agama Nashroni (Kristen).

Kedua agama tersebut, yaitu agama Yahudi dan Nashroni, bukanlah agama Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā–, tetapi merupakan agama bathil sebagai bentuk penyelewengan dari agama Islam, yang dihubungkan kepada kedua nabi tersebut, dari orang-orang yang mengaku sebagai pengikut-pengikut mereka.

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ


Dan mereka berkata: Hendaklah kalian menjadi penganut agama Yahudi atau Nashroni, niscaya kalian mendapat petunjuk. Katakanlah: Tidak! Mela-inkan (kami mengikuti) agama Ibrohim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibro-him) dari golongan orang-orang musyrik.” [QS. al-Baqarah (2): 135]

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ


“Ataukah kalian (hai orang-orang Yahudi dan Nashroni) mengatakan bahwa Ibrohim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nashroni? Katakanlah: Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Alloh? Dan siapakah yang lebih zholim dari pada orang yang menyem-bunyikan syahadah dari Alloh yang ada padanya? Dan Alloh sekali-kali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan.” [QS. al-Baqarah (2): 140]

مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ


“(Ikutilah) agama orang tua kalian Ibrohim. Dia telah menamai kalian orang-orang muslim dari dahulu. [QS. al-Hajj (22): 78]

Rosululloh –Shallallohu ‘alayhi wa Sallama– bersabda:

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ وَاْلأَنْبِيَآءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِيْنُهُمْ وَاحِدٌ


“Saya adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam dan para nabi adalah saudara sebapak dari ibu yang berbeda-beda dan agama mereka adalah satu (yaitu Islam).” (HR. Bukhari No. 2365 dan Muslim No. 3443)

3. Agama Islam terdiri dari aqidah dan syari'at. Aqidah Islam tetap sama pada setiap zaman, sedangkan syari'atnya, maka terkadang ada beberapa perbedaan dari satu nabi ke nabi lainnya.

Semua itu adalah kehendak Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– yang sesuai dengan hikmah-Nya. Setelah diutusnya Nabi Muhammad –Shallallohu ‘alayhi wa Sallama–, tidak ada syari'at yang diterima Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– kecuali syari'at yang dibawanya, dan tidak ada yang berhak dinamakan muslim kecuali orang yang mengakui kerasulannya dan mengikuti syari'atnya

.

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا


“Untuk tiap-tiap umat di antara kalian, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” [QS. al-Maidah (5): 48]

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


“Maka demi Robbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap semua perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [QS. an-Nisaa (4): 65]

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ

ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ

لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ

عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

فَمَنْ تَوَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


“Dan (ingatlah), ketika Alloh mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang Rosul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan bersungguh-sungguh beriman kepadanya dan me-nolongnya". Alloh berfirman: "Apakah kalian mengakui dan menerima per-janjian-Ku terhadap yang demikian itu" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Alloh berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian". Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.[QS.Ali Imran (3): 81-82]

Rosululloh –Shallallohu ‘alayhi wa Sallama– bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Robb Yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, siapa pun juga dari umat ini, baik Yahudi maupun Nashroni, yang mendengar tentang aku, kemudian mati dengan tidak mengimani apa-apa yang aku diutus dengannya, maka dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim No. 218 dan Ahmad No. 7856)

4. Islam berarti penyerahan diri kepada Alloh –Subhānahu wa Ta’ālā– dengan beriman dan bertauhid kepada-Nya serta mengikuti syari'at-Nya yang dibawa oleh para rosul-Nya.

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلا


“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlash me-nyerahkan dirinya kepada Alloh, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan mengikuti agama Ibrohim yang lurus.[QS. an-Nisaa’ (4): 125]

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ


“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Alloh, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh (yaitu laa ilaaha illalloh).” [QS. Luqmaan (31): 22]

فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ


“...Ilah kalian ialah Ilah Yang Maha Esa, berserah dirilah kalian kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Alloh).” [QS. al-Hajj (22): 34]

5. Islam mempunyai lima rukun, sebagaimana yang dinyatakan oleh Rosululloh –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– (ketika beliau ditanya oleh malaikat Jibril) tentang arti Islam, yaitu:

a. Syahadat La Ilaha Illalloh dan Muhammad Rosululloh,

b. Mendirikan sholat,

c. Menunaikan (membayar) zakat,

d. Shoum (puasa) di bulan Ramadhan,

e. Pergi haji bila mampu.

Rosululloh –Shallallohu ‘alayhi wa Sallama– bersabda:

اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً


“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi selain Alloh dan Muhammad adalah rosul-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, shoum di bulan Romadhon dan pergi haji jika engkau mampu (mela-kukan perjalanan).” (HR. Muslim No. 8, Abu Dawud No. 4695, Tirmidzi No. 2610, Ibnu Majah No. 63 dan Nasa’i No. 5005)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

BERITA TERKINI

Rabu sore kemarin (02/12), otoritas penjajah Zionis memberikan surat resmi kepada Kepala Badan Tertinggi Islam di Al-Quds, yang isinya melarang khatib masjid Al-Aqsha Syekh Ikrimah Shabri untuk masuk masjid Al-Aqsha selama 6 bulan ke depan.

Ketika Syekh Shabri baru saja pulang dari Saudi kemarin, otoritas Zionis langsung memanggilnya untuk diinterogasi. Karena kelelahan sebab baru saja pulang dari perjalanan jauh, Syekh Shabri sempat meminta pengacarnya Khalid Zabariqah untuk mengundur waktu ke hari lain untuk memenuhi panggilan Zionis itu.

Akan tetapi Zionis menolak untuk menunda dan mengancam akan menangkap Syekh Shabri jika tidak segera memenuhi panggilan otoritas Zionis. Oleh karena itu, Syekh Shabri terpaksa segera menuju ruang intelijen No. 4 yang berada di pusat penahanan dan penyelidikan "Compound" sebelah Barat Al-Quds, untuk menerima keputusan pelarangannya memasuki masjid Al-Aqsha.

Sebelumnya beberapa hari yang lalu, otoritas penjajah Zionis juga mengeluarkan beberapa keputusan yang menjauhkan hak pribadi, nasional, agama, dan lembaga-lembaga dari masjid Al-Aqsha. (Sn/ikh/myj)

eramuslim.com